EL's Sanctuary
FOLLOW あ
Sebuah Pengakuan
Senin, 14 November 2011 • 04.42 • 6 comments<$2FBlogItemCommentsEnabled>

Cinta itu bermimpi. Ia berharap. Ia menginginkan yang terbaik, bukan untuknya, namun untukmu, yang kucintai. Aku tak tahu bagaimana harus berbicara padamu tentang perasaan ini. Sebuah kisah yang melekat dalam hatiku, membuatnya berhenti berdetak setiap kali mendengar namamu. Atau mungkin ia berdetak, namun aku tak merasakannya. Bisikan namamu yang menghujam indraku membuatku tak mendengar detak jantung itu lagi. Kini, ia menjadi tak begitu penting. Ini bukanlah ilusi semata. Aku merasakannya.
                Semuanya berawal di hari itu. Saat kita bertemu, aku tahu kau tak pernah mengingat waktu itu. Susah menjelaskan bagaimana aku berusaha untuk mengingat wajahmu, karena kau tak ubahnya seseorang biasa. Namun, aku tak tahu. Sesuatu membuatku terdiam dan tak ingin beranjak. Aku ingin waktu terhenti di saat aku sedang menatapmu, kau yang seperti dirimu itu.
                Mulai dari hari itu hingga sekarang, aku selalu memikirkanmu. Aku tak tahu kapan bisa berhenti memikirkanmu. Hatiku berdetak hebat tiap kali mendengar namamu disebut. Dan aku membisikkan namamu setiap waktu. Dalam hariku, dalam doaku, kau selalu disitu. Kau selalu menghujani pikiranku dengan lembut. Kau masuk dalam hidupku, dan menjadi bagian dalam diriku. Entah kau menganggap aku bagian dari hidupmu atau tidak, kau akan selamanya tetap ada dalam hidupku.
                Jauh dalam lubuk sana, aku begitu ingin kau tahu akan rasa ini. Memang tak ubahnya sebuah pengakuan. Aku gadis yang dunia bilang tak boleh mengungkapkan apa yang dirasa. Namun aku begitu ingin kau tahu betapa aku telah di sini, dan kau boleh berpaling padaku kapanpun kau perlu. Hatiku terbuka lebar untuk menyambutmu masuk. Inilah diriku, dan kau boleh menjelajahnya, ketahuilah diriku dan segala sesuatu yang ku rasa.
                Jika saja aku diberi pilihan, aku akan memilih untuk melewati hidup ini bersamamu. Aku tak ingin menyia-nyiakan hadirmu dalam dunia ini. Aku akan berusaha merebut hatimu, tak peduli seberapa berat itu. Aku akan berusaha membuktikan padamu. Biarkanlah waktu yang terlewat membuktikan seberapa besar cintaku padamu. Ujilah seberapa lama cintaku dapat bertahan. Aku ingin menjadi bagian dalam hidupmu dan ingin mendengarkan apapun yang terjadi padamu. Hari-harimu, aku tahu itu sulit. Tapi, sesulit apapun itu, aku ingin ada di sana. Tolonglah, ijinkan aku menolongmu. Beri tahu aku kapan pun kau membutuhkanku, dan aku akan segara datang.  Apapun akan kuberikan padamu, sebagai bukti. Besarnya cintaku yang takkan retak walaupun terhajar besi, dan takkan lenyap walaupun terkikis detakan detik.
                Sejujurnya, aku tak ingin menulis pengakuan ini dalam sebuah media. Ini hanya di atas kertas dan akan pudar sepudar detakan waktu. Aku ingin kau mengetahui sendiri. Dalam hadirmu. Kini, masuklah dalam diriku. Temukanlah hatiku itu. Temukanlah dirimu yang bersemayam tenang dalam dekapan cintaku.

Label: , ,


|